Tampilkan postingan dengan label Tips Mengendara dan Touring yg baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Mengendara dan Touring yg baik. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

keamanan saat Touring

Semua peserta turing tanpa terkecuali wajib mentaati etika touring dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan
2. Mematuhi peraturan lalu lintas (dilarang keras menerobos lampu lalu lintas, berhenti sembarangan, dll)
3. Menempatkan para pemula di barisan depan, dan peserta boncengan
4. Wajib mengenali peserta lainnya dan petugas yang bertugas
5. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan
6. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain
7. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan
8. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan (maksimal 80 km/j di luar kota, dan 60 km/j dalam kota)
9. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat
10. Menyalakan lampu depan selama perjalanan
11. Menyalakan lampu hazard, flasher, atau sein kanan
12. Tidak turut mengatur perjalanan turing kecuali petugas yang telah ditunjuk oleh Divisi Safety Riding
13. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya)
14. Tidak saling mendahului atau berebut jalan
15. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi
16. Tidak menggunakan klakson dan sirine secara berlebihan terutama pada saat kondisi macet, kecuali kondisi emergency
17. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari
18. Memberik isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari
19. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara
20. Memberitahukan petugas tentang keadaan diri atau kendaraannya selama perjalanan yang dapat mengganggu konvoi dengan memberi isyarat klakson panjang dan isyarat tangan


Mengendarai sepeda motor secara bersama-sama (touring) dengan aman adalah ketrampilan yang bisa dipelajari yang membutuhkan pemikiran dan latihan. Tujuannya adalah agar touring bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar. Berikut adalah beberapa prosedur yang perlu diikuti baik oleh peserta maupun petugas.


PESERTA

Perlengkapan Motor

Berikut ini adalah kondisi motor yang diijinkan ikut dalam perjalanan touring (berlaku untuk semua peserta dan petugas):

* Kendaraan dapat berjalan dengan baik.
* Ban harus dalam keadaan baik. Dilarang memakai ban kecil.
* Semua lampu (depan, belakang, rem, sen) harus berfungsi dengan baik. Dilarang mamakai lampu yang dapat menyilaukan pengendara di belakangnya seperti bahan mika putih & bohlam putih.
* Oli mesin dan minyak rem dalam keadaan baik.
* Rem depan dan belakang berfungsi dengan baik.
* Klakson berfungsi dengan baik.
* Kaca spion lengkap. Dilarang memakai kaca spion kecil.
* Toolkit standard lengkap.
* Bahan bakar penuh


Seluruh anggota touring WAJIB mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraannya sesaat sebelum perjalanan awal touring.

Perlengkapan Pengendara dan Penumpang

Berikut ini adalah perlengkapan yang diperlukan oleh pengendara dan penumpang termasuk petugas:

1. Helm. Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai minimal helm open face (3/4) lengkap dengan kacanya. Dilarang keras memakai helm cetok.
2. Jacket. Diwajibkan memakai jaket dan disarankan yang agak tebal untuk proteksi yang lebih baik.
3. Celana Dilarang memakai celana pendek. Disarankan memakai celana dengan bahan yang tebal seperti jeans.
4. Sepatu Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai sepatu, dianjurkan sepatu dari jenis bahan kulit dan memiliki tinggi minimal semata kaki.
5. Sarung tangan Diwajibkan memakai sarung tangan.
6. Body Protector/Pelindung dada. Disarankan memakai body protector.
7. Jas Hujan Diharuskan membawa jas hujan baik untuk pengendara maupun penumpang. Dilarang memakai jas hujan jenis ponco.
8. Obat-obatan untuk keperluan pribadi. Membawa obat-obatan yang diperlukan untuk keperluan pribadi.


Dokumen

Dokumen yang wajib dibawa oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Identitas diri (KTP) Wajib dibawa oieh pengendara dan boncengers.
2. SIM Wajib dibawa oleh pengendara.
3. STNK Wajib dibawa oleh pengendara.

Kewajiban

Kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Datang di meeting point tepat pada waktu yang sudah ditentukan.
2. Memberi tahu petugas apakah membawa penumpang dan pengalaman touring sehingga petugas dapat mengatur posisi peserta selama perjalanan. Umumnya peserta yang membawa penumpang dan belum mempunyai pengalaman touring ditempatkan di depan.
3. Selalu mengutamakan keselamatan baik untuk dirinya sendiri, peserta lain, maupun sesama pengguna jalan lainnya.
4. Tidak dalam pengaruh alkohol, dan obat-obatan terlarang / yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri atau peserta lainnya.
5. Mematuhi semua peraturan lalu lintas.
6. Tidak saling mendahului / kebut-kebutan / melakukan tindakan yang membahayakan baik untuk dirinya sendiri atau peserta lainnya.
7. Mengganggu tugas dari petugas yang berwenang.
8. Menghormati pengguna jalan lainnya diluar rombongan. Tidak mengintimidasi pengguna jalan lainnya. Memberikan kesempatan pada pengendara lain yang secara terpaksa masuk ke dalam rombongan. Memberikan isyarat yang sopan kepada pengguna jalan lainnya ketika meminta jalan dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari kiri.
9. Tidak menggunakan klakson secara berlebihan. Dilarang menggunakan sirine.
10. Mengerti kode-kode / isyarat yang dipakai selama perjalanan, Kode-kode ini akan dibahas lebih lanjut.
11. Memberikan salam penghormatan dengan mengacungkan ibu jari kiri kepada polisi yang bertugas.
12. Menyesuaikan kecepatan kendaraan sesuai dengan petunjuk petugas.
13. Mengikuti semua perintah petugas yang berwenang yang diberikan secara lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.
14. Menyalakan lampu depan selama perjalanan.
15. Menyalakan lampu hazard / flasher / lampu sen kanan seiama perjalanan (sesuai kesepakatan)
16. Memberi tahu petugas tentang keadaan diri atau keadaan kendaraan selama perjalanan yang dapat mengganggu perjalanan. Isyarat dapat diberikan dengan membunyikan klakson panjang dan isyarat tangan seperti yang akan dibahas lebih lanjut.


PETUGAS

Berikut adalah definisi petugas yang bertugas membawa peserta ke tempat tujuan:

1. Kapten
Kapten adalah pemimpin tertinggi yang memimpin semua peserta dan petugas. Setiap perjalanan dipimpin oleh 1 orang kapten.

2. Vooridjer
Vooridjer adalah petugas yang memimpin barisan / grup. Setiap grup dipimpin oleh 1 orang vooridjer.

3. Safety Officer
Bertugas mengamankan jalur yang akan diiewati. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang safety officer.

4. Sweeper
Bertugas untuk mengawasi dan mengamankan semua peserta. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang sweeper.

5. Technical Officer
Bertugas untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis pada kendaraannya. Minimal 1 technical officer dalam setiap grup.

Setiap petugas dilarang membawa penumpang sehingga dapat dengan mudah mengatur rombongan atau melakukan manuver-manuver yang sekiranya diperlukan.


Perlengkapan Motor Petugas

Berikut ini adalah perlengkapan tambahan kendaraan petugas diluar perlengkapan standard seperti yang telah disebutkan diatas:

1. Rompi petugas.
2. Klakson khusus.
3. Senter / light stick

Tugas dan Tanggung Jawab Petugas

1. Kapten

* Menunjuk / memilih petugas yang akan membantu perjalanan.
* Dibantu petugas lainnya memeriksa semua kendaraan dan peserta.
* Menolak peserta yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
* Membagi peserta menjadi beberapa grup jika jumlah peserta terlalu banyak. Jumlah peserta maksimal 20 motor dalam 1 grup.
* Bertanggung jawab membawa peserta ke tempat tujuan dengan selamat.
* Mengambil keputusan untuk membatalkan perjalanan jika dirasa tidak memungkin-kan untuk melanjutkan perjalanan.
* Menindak tegas peserta yang membahayakan perjalanan.
* Bersama petugas lainnya menyusun rute perjalanan, termasuk lama perjalanan dan tempat pemberhentian.
* Memberitahu semua peserta mengenai rute perjalanan, lama perjalanan dan tempat pemberhentian.


2. Vooridjer

* Membawahi Safety Officer dan Sweeper.
* Memberangkatkan peserta setelah ada isyarat bahwa semua peserta telah siap.
* Mengatur kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kemampuan mengemudi semua peserta untuk menghindari terputusnya rombongan.
* Mengatur formasi dan memberikan isyarat-isyarat yang diperlukan.
* Menghentikan rombongan di tempat yang aman.
* Tetap pada jalur jika kondisi jalan macet.


3. Safety Officer

* Mengawasi jalan yang akan diialui oleh peserta.
* Memberitahu Vooridjer akan kemungkinan bahaya dari kendaraan yang berlawanan arah.
* Menunggu peserta yang terputus pada tempat yang aman dan mengambil alih posisi Vooridjer sementara,
* Memberikan isyarat kepada Vooridjer.


4. Sweeper

* Mengawasi rombongan agar tetap dalam formasi.
* Mengatur formasi dan jarak sesuai perintah Vooridjer.
* Memperingatkan peserta yang bertindak ugal-ugalan atau yang dapat membahayakan peserta lainnya.
* Mendampingi peserta yang mengalami masalah.
* Meminta Vooridjer untuk berhenti.


5. Technical Officer

* Membantu peserta yang mengalami kerusakan kendaraan.
* Menyediakan tools yang diperlukan.
* Menyediakan atau membantu mencarikan spare part yang diperlukan.

Selasa, 21 Juni 2011

Pengertian safety riding

Safety Riding adalah sebuah bentuk pola perilaku untuk berkendara yang nyaman dan aman, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain (pengendara maupun pejalan kaki). Artinya adalah suatu sikap agar kita mengkondisikan diri agar bagaimana mengendari sepeda motor yang aman dan nyaman, baik untuk diri kita maupun orang lain. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya dan juga orang lain disekitarnya. Menurut survey tim safety riding, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.
Sebelum melakukan perjalanan jauh, cek terlebih dahulu kondisi kendaraan yang akan anda pakai. Bagian-bagian yang mesti dilakukan pengecekan yaitu: bensin, oli, rantai, ban, lampu, baterai / aki, baut mur, kaca spion, kopling dan rem.
kelengkapan untuk Safety Riding, diantaranya yaitu:
  1. Helm: Helm digunakan untuk melindungi kepala anda yang merupakan bagian tubuh kita yang paling vital jadi gunakan helm standar SNI, kaca helm harus bersih.
  2. Jaket: Jaket digunakan untuk melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun saat terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  3. Sepatu: Gunakan sepatu yang nyaman serta aman bagi seluruh lapisan kaki. Minimal menutupi daerah mata kaki. Jangan membiasakan menggunakan sendal, apalagi sendal jepit.
  4. SIM/STNK: Sobat harus selalu memastikan untuk membawa 2 perihal ini sebagai bukti bahwa sobat sudah mendapatkan ijin mengemudi dengan memiliki SIM dan juga bukti bahwa kendaraan sobat itu legal dengan menunjukkan STNK.
  5. Sarung Tangan: Sarung tangan ini digunakan untuk menyerap keringat agar tidak licin ketika memegang setir sepeda motor.

Sering kali orang menggunakan helm hanya untuk sarat saja supaya tidak ditilang sama bapak polisi, sehingga menggunakan helm ya sekenanya saja. Sebaiknya anda menggunakan helm yang ada penguncinya. Pasangkan pengait helm itu sampai berbunyi klik.

Sudahkah anda termasuk pengendara yang Safety Riding? bila belum, sudah saatnya untuk melakukan Safety Riding.

Senin, 20 Juni 2011

Perhatikan wajib tuk semua bikers


catatan kecil yang harus diperhatikan broo & sist untuk touring
oleh Fandi Jr pada 9 Juni 2011
Touring atau bepergian jauh, sudah menjadi life style (gaya hidup) sebagian bikers. Bahkan ada klub atau komunitas bermotor yang sudah meng-agendakan kegiatan touring ini di program kerjanya. Semakin banyak volume touring, berarti semakin dikenal klub atau komunitas motor tersebut di kalangan bikers.
Meski demikian, keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama dimanapun berkendara. Tentu motobikers pergi untuk kembali bukan? Nah…ulasan berikut adalah serangkaian aturan main touring yang bisa disesuaikan dengan kondisi klub atau komunitas motobikers. Monggo…
 Hal- hal yang harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan
 A. Perencanaan
 a. Rencana Rute Perjalanan
1. Rute perjalanan harus dipersiapkan oleh Touring organizer, atau dalam skala yang kecil, harus disiapkan oleh peserta yang ditunjuk untuk menentukan rute perjalanan.
 2. Rute perjalanan hendaknya memperhitungkan waktu dan jarak touring.
3. Rute perjalanan hendaknya berisi POI (Point Of Interest) yang akan dilalui oleh group sejak titik keberangkatan dan titik lokasi selesai. POI dimaksud bisa berupa nama wilayah, nama desa, nama kota atau suatu area yang bisa menjadi patokan dalam menentukan posisi.
4. Rute perjalanan hendaknya berisi titik-titik peristirahatan dimana group bisa berhenti untuk beristirahat dan menyegarkan badan.
 5. Dalam menentukan tempat beristirahat, asumsikan bahwa perjalan dilakukan dengan kecepatan yang lambat dan memakan waktu. Dengan demikian, lokasi-lokasi pemberhentian telah diperkirakan lebih rapat antara satu dan lainnya. Catat perkiraan waktu yang dibutuhkan antara satu tempat istirahat dengan tempat istirahat yang lain
6. Rute perjalanan diharuskan berisi gambar peta yang telah diberi tanda Rute.


 7. Dalam menentukan rute perjalanan, sangat disarankan untuk dilakukan survei terhadap rute. Survei hendaknya dapat mengumpulkan informasi-informasi berikut ini :
 o Kondisi jalan secara umum. (Kondisi jalan hendaknya tergambarkan dalam peta).
o Kondisi dan letak persisnya tempat-tempat peristirahatan.
o Lokasi pengisian bahan bakar yang sesuai. (beberapa SPBU tidak melayani pengisian Pertamax, dan tidak perlu mendata seluruh SPBU yang dilalui, cukup beberapa SPBU yang sekiranya siap 24 jam dan memadai).
 b. Rencana Logistik
 Tujuannya untuk menyimpan persediaan spare-part cadangan yang mungkin dibutuhkan oleh peserta touring bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Juga berfungsi untuk membawa motor yang dalam perjalan mendapat masalah. Berikut beberapa item dalam rencana logistik
 1. Storing Car
 Storing Car bersifat wajib ada apabila perjalanan touring cukup jauh dan dalam perjalanan tidak mudah untuk memperoleh spare-part. Daftar spare-part yang harus disiapkan dan disimpan oleh storing car adalah sebagai berikut :
 • Spare Busi / Spark Plug
 • Spare Sekering / Fuse 
• Spare Bohlam Lampu Besar, Sein, Rem, Lampu Kecil
 • Spare Kanvas Rem depan dan Belakang
 • Spare Rantai/ Chain
 • Spare Ban Dalam, Ban Luar/Tubes
 • Pompa Portable
 • Kit Tambal Ban Tubles
 • Air Accu
 • Accu
 • Oli mesin dan Oli rem
• Hazard Cone
 • Electric Torch / Senter
 • Standard toolkit / Perkakas
 • Rope / Tambang
 • Ply Sheet / Terpal.

2. Persiapan Sendiri
 Masing-masing peserta, hendaknya mempersiapkan seluruh spare-part tambahan bilamana motornya menggunakan part-part lain diluar standard. Part-part ini bisa dititipkan padastoring car (bila ada) atau dibawa sendiri (jika kecil dan mudah dibawa sendiri)
 3. Obat-obatan
 Obat-obatan standard untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) berisi minimal :
 • Cairan pembersih luka
 • Antiseptik
 • Perban dan perekat.

 B. Pelaksanaan
1. Pra touring
 o Selama melakukan Pra-Touring, hendaknya dilakukan mekanisme-mekanisme yang sama dengan mekanisme touring sebenarnya.
 o Perilaku, cara komunikasi dan tatacara touring dilakukan sebagaimana touring sesungguhnya dilakukan.
 o Pra-Touring hendaknya melalui perjalanan dan kondisi jalan yang sekiranya bisa mewakili seluruh perjalanan dalam touring sesungguhnya.
o Peraturan yang lebih longgar berlaku untuk pra-touring. Walaupun demikian Road Captain hendaknya memberikan peringatan dan petunjuk untuk memperbaiki kesalahan anggota touring dalam Pra-Touring.
 o Officer mengamati riding skill dari anggota selama Pra-Touring untuk memperkirakan posisi urutan dan pengelompokan peserta dalam touring yang sesungguhnya. 
Pra-Touring dilaksanakan oleh seluruh peserta Touring untuk membiasakan diri sebelum melakukan event touring. Antara lain: 
2. Berkumpul
Usahakan dalam berkumpul, peserta touring harus datang tepat waktu atau datang lebih awal. Peserta yang datang terlambat, tidak diperkenankan masuk ke group touring, karena bisa menggangu group secara keseluruhan. Kenapa harus tepat waktu dalam berkumpul? Karena touring melibatkan perencanaan yang baik meliputi rute, pemberhentian dan lain sebagainya yang direncanakan berdasarkan waktu. Bila motobikers menghargai kelompok touring sendiri, datanglah tepat waktu! 
3. Woro-woro
Woro-woro atau pemberitahuan dilakukan oleh Touring Organizer. Petugas ini fungsinya memberitahukan lokasi keberangkatan, waktu berkumpul dan waktu keberangkatan jauh hari sebelum event touring dilaksanakan
C. Persiapan Pengendara
Safety Gears : Untuk memperkecil resiko cidera yang bisa saja terjadi dalam melakukan pra-touring, touring dan touring survey, peserta touring harus melengkapi dirinya, minimal dengan aksesori keamanan sebagai berikut :
 • Helm; Full Face atau Half Face.
 Helm “cetok” tidak diperbolehkan karena tidak memberikan proteksi kepala yang memadai. Untuk helm tanpa tutup muka, hendaknya menggunakan kaca mata. Kacamata hitam sangat disarankan
 apabila berkendara disiang hari
 • Sepatu
 Minimal sepatu harus menutupi seluruh bagian telapak dan punggung kaki, dan juga menutupi mata kaki. Safety-shoes (dengan toe protector dari besi) diperbolehkan selama pengendara merasa nyaman dalam melakukan gear shifting dan pengereman
• Sarung Tangan Sarung tangan yang baik, biasanya yang terbuat dari kulit yang cukup kuat dan lentur, serta dapat menutupi seluruh permukaan/punggung tangan, menutupi jari-jari seluruhnya dan sampai ke pergelangan tangan 
• Celana Panjang
 Kriteria celana panjang yang baik, terbuat dari bahan yang cukup kuat, tidak boleh terlalu panjang hingga menutupi punggung kaki dalam posisi duduk. Disarankan dibuat dari bahan jeans
 • Jaket
 Kriteria jaket yang baik berahan yang kuat dan berbentuk jaket, bukan jas. Untuk daerah dingin disarankan tebuat dari kulit sapi. Untuk daerah yang panas disarankan yang terbuat dari anyaman bahan sintetik tebal. Jaket touring sebaiknya memiliki bagian-bagian yang dipertebal (reinforce) disekitar bahu dan siku. Sangat disarankan bila jaket memiliki pola-pola garis terang (scotlite) yang sangat jelas terlihat bila terkena sinar lampu kendaraan lain. Seluruh peserta touring hendaknya memiliki penampilan yang sama. Misalnya motor yang sejenis atau pengendara (dengan jaket berwarna seragam)
 Apabila dalam touring diikuti oleh motor yang berbeda-beda dan pengendaranya juga berpenampilan beragam, maka harus ditemukan cara untuk dapat mengidentifikasi mana peserta mana bukan peserta. Salah satu cara adalah dengan menyematkan pita dengan warna yang sama pada lengan peserta.
 • Jas Hujan 
Setiap peserta touring, pra-touring atau touring survey, harus membawa jas hujan yang terdiri atas 2 potong dengan model setelan: Baju dan Celana panjang. Dilarang menggunakan jas hujan berbentuk ponco (batman).
 • Obat obatan
 Selain obat-obatan yang telah disiapkan, P3K, masing-masing peserta touring wajib membawa obat-obatannya sendiri apabila peserta dalam proses pengobatan atau memeiliki ketergantungan atas obat-obatan tertentu. Dalam hal ini kriteria yang harus diperhatikan antara lain:
 1. Dilarang menggunakan obat-obatan yang bisa menyebabkan kantuk 10 jam sebelum dan sewaktu melakukan kegiatan touring
 2. Dilarang meminum minuman keras atau ber-alkohol 10 jam sebelum dan sewaktu melakukan kegiatan touring.

 D. Sreening - Lakukan T. Clock pada motor
Pemeriksaan atas kesiapan motor yang digunakan antara lain:
 • T – Tires : Pemeriksaan atas kondisi ban dan velg.
 • C – Controls : Pemeriksaan atas stang stir, arah roda depan relatif pada stir, kanvas rem, minyak rem, kopling dan gas.
 • L – Lights and Accessories : Pemeriksaan pada lampu-lampu dan sistem kelistrikan. Kaca spion yang memadai adalah wajib.
 • Oils and Fluid : Pemeriksaan atas tercukupnya oli mesin, oli rem, oli shock, oli samping, oli/air-radiator. Bawalah, oli mesin tambahan.
 • C – Chassis and Chain : Pemeriksaan atas struktur tulang, tangki (mendeteksi kebocoran), suspensi, shock, rantai dan sprocket.
 • K – Kick stand : Pemeriksaan atas standar motor.
 E. Briefing
 1. Umum
 Tiap tiap captain yang ditunjuk menjelaskan fungsi-fungsi dari tiap-tiap petugas/officer yang terdiri dari.
 o Road Captain : Pemimpin rombongan
 o Voorrijder : Pengawal depan, Path Opener.
 o Road Officer : Pengawal Captain dan Blocker.
 o Safety Officer : Pengawal Rombongan dan Sweeper.
 o Health Officer : Peserta yang membawa obat-obatan, membantu peserta yang terluka.
 o Technical Officer : Mekanik menjelaskan isyarat-isyarat koordinasi yang dilakukan oleh petugas dan juga peserta touring.
 o Touring Organizer membagikan copy peta rencana perjalanan.
  o Touring Organizer menjelaskan rute-rute yang dilalui oleh iring-iringan, lokasi istirahat, waktu istirahat dan lama perjalanan antara satu tempat istirahat ke tempat istirahat yang lain.
o Tiap tiap captain harus mewujudkan kesepakatan mengenai penunjukan petugas dan kecepatan rata-rata selama touring.
 2. Splitting Klotur (Kelompok Touring)
 o Group memiliki maximal 12 peserta. Lebih dari 12 peserta, harus dipecah-pecah menjadi beberapa group antara 5 hingga 12 peserta.
 o Group yang memiliki lebih dari 7 peserta harus memiliki satu safety officer tambahan yang berposisi di tengah dan menjaga barisan.
 o Tiap group harus dipimpin oleh seorang Road Captain yang paling berpengalaman dan mengenal rute perjalanan.
 3. Pemilihan Group Peserta
 o Peserta touring dengan pengalaman terpendek berada di barisan depan.
 o Peserta touring sebaiknya memilih group yang sesuai dengan kecepatannya sendiri.
 o Peserta yang berpengalaman hendaknya tersebar merata ke seluruh group-group yang ada.
 o Road Captain berhak menolak bergabungnya seorang peserta dengan alasan yang jelas.
 o Touring Organizer membantu proses pemilihan group ini.
 F. Evaluating
 1. Pre-Tour Review (Sebelum Berangkat)
 o Membahas mengenai pengalaman touring oleh peserta yang berpengalaman.
 o Membahas medan yang akan dihadapi.
 2. In-Tour Review (Saat Beristirahat)
 o Membahas mengenai event-event yang terjadi sejauh perjalanan berlangsung.
 o Saling memberi nasihat atas skill dan perilaku berkendara.



 3. Post-Tour Review (Setelah Tiba)
o Membahas mengenai event-event yang terjadi di seluruh perjalanan. 
o Membuat kesimpulan atas apa-apa saja yang bisa dijadikan pelajaran guna menyempurnakan akfitiftas touring dimasa depan.
 Ketentuan diatas memang bukanlah ketentuan baku. Motobikers bisa mengaplikasikannya sesuai kebutuhan, seperti halnya dalam mengatur kecepatan berkendara, ada filosofi yang mengatakan seperti ini. Jika kecepatan motor 60 km/jam, berarti prosentasi kecelakaannya juga 60%. Semakin tinggi kecepatannya, berarti prosentase kecelakaan semakin tinggi pula. Bukankah lebih indah, jika pulang dan pergi beraktifitas setiap hari dengan selamat? Mari santun berkendara dan selalu safety riding!